Minggu, 27 Desember 2015

yumei ni naritai part 2



2.BINTANG
                Ketika umurku berumur sudah 4 tahun aku memasuki masa playgrup dan pada saat itu aku mulai memulai petualanganku walaupun membuat ibuku pingsan.pada suatu ketika aku ingin tau lingkungan yang jauh dari radius aman dari rumahku.ketika itu aku mengajak sahabat baruku untuk bermain di sebauh tempat yang sebagian banyak  orang menganggap tempat itu angker jika dikunjungi.saat itu aku memberanikan kesana ”ayo tak jak ning tempat kono koyone seru” ajak ku kepadannya.sebuah pemandangan kehijauan gelap dan sebuah batu nisan diantara semua batu nisan yang ada saat aku hanya bermain dengan imajinasi yang ada. “mas ini tempat e medeni aku takut e…..” dengan suara yang setengah gagap dia tetap menemaniku.disaat matahari sudah setengah perjalanan orang –orang pada mencari kami dan pada saat yang sama seorang kakek lewat dengan membawa sebuah bunga tabur kami langsung mengahmpirinya. ”pak koe lagi ngopo e” tanyaku dengan suara anak kecil.lalu bapak itu menaburkan bunga yang harum dan  masih fresh kesebuah liang lahat.
                Aku sontak merasa bingung kenapa bapak itu menaburkan bunga kepada tanah itu dan aku di kasih sebuah nasihat yang nggak bakal aku lupakan terhadpnya yaitu “jagalah orang yang kau sayangi kelak kau akan sukses menjajaki kehidupan yang teramat sulit ini tanpa bantuan mereka kau tidak bakalan sukses dan jadilah bintang yang menyinari malam ”.kata bapak itu membuat goresan bekas di hatiku dan sahabatku .ketika hari mulai sore  saat itulah ketika orang-orang berhasil menemukan kami dan dikembaikan ke orang tua masing-masing.dan membuat ibuku berlinang airmata dan pingsan ketika aku berkelana sampai sore.

yumei ni naritai part 1



1.KEHIDUPAN KECIL
Kehidupanku pada saat itu penuh dengan kebahagian yang melimpah dan ada juga kepaitan yang aku alami lebih pait daripada pare yang biasanya orang makan. pada saat aku kecil aku gak tau kehidupan seperti apa?.  yang kuliat ada orang sedang  asik mengobrol . ada juga yang penyendiri  dan  ada yang dibully maupun ada yang menangis karena di marahin bapaknya .dimana posisiku Cuma duduk  terdiam menatap orang2  yang berinteraksi  dengan  orang lain itupun juga aku sedang memegang sebuah buku.dan pada kejadian yang sama aku melihat sesuatu yang hebat diluar imajinasiku yang lebih seorang bapak tua yang memakai jubah  dokter yang dengan logo universitas yang hebat.dia tiba-tiba menghampiriku dan bertanya tentang biodataku pada akhirnya dia memberikan sebuah rubik kuno.aku merasa terpukau melihat bapak itu dan aku ingin melihatnya sekali lagi dengan kedua bola mataku sendiri.dulu dia berkata kepadaku “ luapkan imajinasimu kepada kehidupan ini jangan takut kalau kau dianggap orang lain aneh liatlah disekelilingmu dan kebangkan imajinasimu seperti yang kamu mau”.aku bingung dengan rasa ini serasa seperti tercampur aduk menjadi satu.kulihat tatapannya bagaikan sebuah dewa dengan sayap putih.
                Pada hari berikutnya aku tidak bertemu dengan bapak itu lagi aku serasa melihat putih abu-abu yang mengelilingi di hati dan juga di mata.dan aku hanya melihat langit biru di atas awan serasa aku ingin berbisik sesuatu kepadanya.dan berharap kejadian kemarin terulang kembali .